Monday, 22 December 2014

Saat Ku Hadir Ke Dunia



Sebuah peristiwa penting telah terjadi  dalam sejarah hidupku dan juga orang tuaku. Tanggal 20 Maret 1986 aku terlahir ke dunia sebagai anak ke tiga dan perempuan satu-satunya dengan berat 2,8 Kg. Hari Kamis sekitar jam 11 malam merupakan hari istimewa bagi kedua orang tuaku, karena kehadiranku sangat ditunggu-tunggu. Ya, karena ibuku sangat ingin memiliki anak perempuan dan alhamdulillah Allah mengabulkannya.

Orang tuaku memberi aku nama “Isma Nurhalyda”. Sejak kecil, seringkali aku bertanya apa arti namaku itu. Bapakku bilang karena aku lahir hari Kamis dan tepat pada malam Isra Mi’raj, maka Bapakku memberi nama depan “Isma”. Sedangkan nama panjangku “Nurhalyda” karena saat itu sedang muncul yang namanya KOMET HALLEY.  Nur artinya cahaya dan Halley berasal dari komet halley. Sehingga namaku dapat diartikan “Malam Isra Mi’raj yang bercahaya komet Halley”. Bagiku nama itu sangat berarti dan penuh makna. Karena komet Halley sendiri hanya muncul setiap 76 tahun sekali. Kata Bapak nanti kalau aku sudah berusia 76 tahun komet Halley akan muncul lagi. Aku bilang, “waah Pa kok lama banget yaa, nanti aku keburu tua donk Pa?” Bapakku hanya tersenyum sambil berkata, “Iya nanti pas Isma udah nenek-nenek”. Aku pun cemberut dan tak terima bapakku berkata seperti itu. Padahal memang begitu kan kenyataannya? Hehe…

Aku bersyukur Allah telah memilihkan Bapak dan Ibuku sebagai orang tuaku. Ibuku sangat cerewet, tapi sangat perhatian. Sedangkan Bapakku sangat tegas dan rada galak, tapi penuh tanggung jawab terhadap keluarga. Aku juga bersyukur memiliki dua orang kakak laki-laki yang begitu baik dan menyayangiku, meskipun saat kecil aku sering jadi “bulan-bulanan” mereka. Maklum aku adik bungsu, jadinya aku sering “dibecandain” sama mereka. Tentunya sampai aku nangis dan teriak-teriak, “Mamaaah Bapaaaa”.
Aku memang anak yang cengeng dan rada pelit, jadi sepertiya mereka takkan berhenti berulah sampai aku menangis. Rasanya mereka puas banget kalau melihat aku menangis tersedu-sedu.

Mamah dan Bapak, terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu yang tak henti-hentinya kau curahkan untuk anak bungsumu ini, bahkan sampai aku telah menikah sekalipun. Mah Pa, mungkin aku takkan pernah bisa membalas segala kabaikanmu, sejak aku bayi hingga saat ini. Mah, bahkan aku tak akan pernah bisa memngganti setiap tetes ASI yang dengan ridho engkau berikan untuk anakmu ini. Takkan pernah bisa mengganti setiap malam yang kau lalaui tanpa tidur demi menjaga diriku. Takkan pernah bisa mengganti setiap baju-baju lucu yang sengaja engkau belikan untuk anak perempuanmu ini. Takkan pernah bisa mengganti setiap keringat yang bercucuran karena lelah mengasuhku siang dan malam. Dan takkan pernah bisa mengganti peluh bapakku yang dengan giat membanting tualng agar bisa menghidupi aku dan meyekolahkanku. Aku takkan pernah bisa walau aku seorang milyarder sekalipun…

Maafkan Isma Mah Pa, Isma masih saja sering menyusahkan mamah bapak sampai detik ini. Alih-alih aku membahagiakanmu, aku malah sering membuatmu terluka. Maafkan anakmu ini mah. Doakan Isma agar jadi anak yang sholehah untuk mamah dan bapak, jadi istri yang sholehah untuk suami tercinta, dan menjadi ibu terbaik untuk anak-anak tersayang. Pokoknya doakan anakmu ini agar sukses dunia akhirat. Terima kasih karena doa kalian selalu mengiringi setiap langkahku. Doaku untuk kalian, semoga Allah membalas segala kebaikan, perjuangan, dan pengorbananmu selama ini dengan surga-Mu yang indah dan abadi. I love you so much…

Terima kasih juga untuk kakak-kakakku A Geri dan A Yudhi atas segala sayang dan perhatian kalian untuk adikmu yang cengeng, pelit, dan keras kepala ini. Maafkan atas segala khilaf yang pernah Isma lakukan kepada kalian. Kalian memang kakak-kaka terbaik.

Semoga kelak kita dapat berkumpul di Surga-Nya nanti bersama Rasulullah, para sahabatnya, dan dengan orang-orang  yang kita cintai saat di dunia. Mudah-mudahan cinta kita tetap bersemi sampai akhirat nanti… Aamiiin…

Tasikmalaya
8 September 2014
15:51


No comments:

Post a Comment