Kehadiran seorang anak adalah anugerah luar biasa bagi orang tua di manapun, termasuk saya. Anugerah itu adalah putra pertama saya, Elang namanya. Kini usianya tujuh tahun. Dia tumbuh seperti anak normal lainnya, namun ada sedikit perbedaan dari teman-temannya. Dia didiagnosa mengalami kelainan mata yaitu “strabismus esotropia.” Bahasa awamnya adalah “juling”, namun bagi saya kata “juling” terlalu “menyakitkan” sehingga saya sama sekali tak sampai hati mengatakannya kapan pun dan kepada siapa pun. Intinya, letak bola matanya tidak simetris dan menjorok ke dalam. Meskipun begitu, fungsi matanya terbilang cukup baik alias tidak ada kelainan dalam persepsi jarak, arah, atau lainnya.
Keadaan matanya yang seperti itu membuatnya sering menjadi bahan tertawaan, ejekan teman-teman, atau sekedar bahan bisik-bisik orang saat kami sedang berjalan-jalan di mana pun. Hati ibu mana yang tak teriris melihat anaknya seperti itu. Dibalik “kekurangan”-nya itu, ia tumbuh sebagai anak yang periang, supel, dan cerdas. Mungkin itulah “rumus kesempurnaan” di mata Sang Pencipta.
Sebagai orang tua tentu kami berusaha untuk mengobatinya semampu kami. Sejak bayi, Elang pernah menjalani berbagai pengobatan dari mulai medis hingga alternatif. Tahun 2013 kemarin, Elang operasi mata. Harapan membumbung tinggi akan kesembuhan Elang.
Rasanya saya adalah satu-satunya orang tua yang paling menderita di dunia. Tapi setelah saya bolak-balik ke RS Mata Cicendo, ternyata saya tak sendirian. Banyak yang seperti Elang, bahkan lebih parah lagi. Di sanalah saya merasa diberi kekuatan. Mulai saat itulah saya seolah bertransformasi menjadi seorang ibu yang tegar. Dan sejak itulah saya selalu bersyukur atas segala yang Allah beri. Termasuk menerima anak saya apa adanya. Tak hanya sekedar anugerah, tapi sekaligus ujian untuk kami. Jadi, bagi para orang tua yang memiliki anak dengan keterbatasan, jangan pernah bersedih atau berputus asa. Fisik yang terbatas bukan berarti terbatas meraih kesuksesan. Siapa tahu anak kita kelak menjadi anak yang sukses di mata manusia dan juga Sang Pencipta.
